Bambu Runcing

Merdeka atau mati

Allahu-Akbar, Allahu-Akbar

Melengking membahana seantaro pelataran

Ditengah desingan peluru perbukitan

Muntah dari cerobong mesin senjata penjajah

 

Para pejuang hanya memegang sebatang bambu

Bernama bambu runcing

Senjata bambu runcing

Semangat pekik kemerdekaan

Jiwa Allahu Akbar

Melawan penjajah

Menghantarkan kepintu gerbang kemerdekaan

 

Hari ini aku baca di Koran

Bambu runcing kembali bergelora

Kali ini bukan melawan penjajah

Tetapi melawan bangsa sendiri

Yang disebut petugas

 

Pekiknya berjualan atau mati

Ditapak-tapak otorita pelabuhan

Yang mungkin sebelumnya, diizinkan

Dan sekarang tidak lagi

Yang dulu mungkin dikontrak

Dan sekarang sudah selesai

 

Wahai pahlawan kehidupan

Pendekar kaki lima

Kenapa kau berkaki lima ditapak otorita orang

Engkau memang salah

Salah pilih dan salah tempat

 

Kami tidak salah pilih

Kami tidak pernah memilih

Karena tidak mempunyai pilihan

Kami tidak salah tempat,

Karena memang kami tidak punya tempat

 

Mungkin semua benar kecuali

“Kemiskinan” yang salah

 

Penerbangan

Jakarta-Balikpapan, 31-07-2004

Mohammad Jafar Hafsah. Fatamorgana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s