Ratih

Ketika membaca puisi itu
Kecerdasan penghayatan dan penjiwaan menyatu
Betapa indahnya puisi
Betapa indahnya engkau membaca puisi

Puisi untaian kata mendayu
Puisi permainan kalimat merayu
Mungkin suatu perjalanan panjang,
terkadang tak berujung

Puisi adalah fakta histori
Merupakan pesan memori
Menuangkan pemberontakan hati
Yang pasti dawai-dawai hati

Puisi akan lebih bermakna
Manakala dibacakan dengan baik
Oleh pelakon yang baik
Puncak tiga baik ini adalah
Keindahan, kehidupan dan ketulusan

Terimakasih saudara Ratih
Saya kagum,
Sekiranya mau jujur
Engkau menjiwai, dalam membacakan
Lebih baik dari puisinya sendiri

Engkau telah memaknai puisi
Telah mengapresiasi petani
Untuk memberi makna pertanian

Surabaya, 17 Mei 2005
Mohammad Jafar Hafsah
Jejak Jelajah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s