Hati Gundah

Bagaimana bisa menyembunyikan diri
Dalam kemelut rasa yang kalut
Ujung dan pangkal tak bertaut
Di sana telah menunggu iblis santun
Kecuali masuk di bunker keheningan
 
Bagaimana pula hati yang gundah
Di kamar bidadari kayangan
Dalam dekapan bilik sunyi
Tak bertepi, lagi tak bermakna
 
Keluar dari peraduan
Dikejar bayang-bayang sendiri
Menyelinap di bawah selimut embun
Bertahtakan batu-batu pualam
 
Kemana harus kita mengadu
Pada jeruji rumah kuno
Malaikat sudah turun dari mahligainya
Memanggil umatnya bersujud
Menyinari hati berbinar
Mengubur duka lama
Mendentangkan lonceng bahagia
 
Lampung, 29 Agustus 2004
Mohammad Jafar Hafsah
Jejak Jelajah
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s