Warung Nelayan

Titik-titik gerimis sore
“Menyongsong melangkah niris
Kepentas rica-rica goyang lidah
Di Manado ujung Sulawesi

Sambil bersantap nikmat
Menikmati laut biru tenang
Sayup-sayup angin laut menerpa
Terhirup bersama rica-rica
Indah dan lezat
Damai pantai sedamai hati

Kutersadar, manakala
Berada di atas laut
Jauh dan jauh
Betapa merdekanya orang Menado
Bebas mereklamasi
Tanpa batas dan aturan

Di pondok nelayan itu
Aku bernyanyi, kupilih lagu Koes Plus
Kisah sedih di Hari Minggu
Orang-orang bertepuk tangan
Tidak sadar kalau
Kiras sedih saya adalah benar
Bukan sekedar lagu

Pantai dan laut
Di pancang, ditusuk dan didera
Dipaksa dan diperkosa
Tidak ada yang ribut
Dan mempersoalkan
Semua tenang-tenang saja
Aturan, tata ruang, amdal
Pada kemana?

Ada tetapi tiada
Tidak dipahami
Dan tidak digubris

Manado, 06 Juni 2004
Mohammad Jafar Hafsah
Jejak Jelajah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s