Ikan-ikan Bodoh Di Teluk Buyat

Pertiwi merintih kepedihan
Setelah mengutak-ngutik isi perutku
Anda terasa kasar memperlakukanku
Sekalipun menggunakan kaidah-kaidah teknologi

Engkau merasa telah berhak
Atas isi perut saya
Dengan panji-panji investasi
Lantas menyobeknya sembarang
Membiarkan darah menetes
Aku menjerit kesakitan tanpa kau perduli
Karena kau tidak membiusku

Darah berceceran
Infeksi bereaksi di suluruh tubuhku
Virus melumer ke mana-mana
Hingga lingkungan merasa terganggu

Ikan-ikan menggeleper dan terkapar
Mungkin menelan virus-virus itu
Kalian berkata, bukan!
Ikan mati, karena dia mau mati
Ikan mati karena dia bodoh
Kenapa mereka makan virus-virus itu

Ini sudah menyangkut hidup matinya ikan-ikan
Sudah menyangkut hati nurani dan martabat
Ikan-ikan berdemontrasi
Mennyertakan beraneka ragam poster

Tapi tidak ada yang perduli
Engkau ikan-ikan bodoh
Kenapa memakan merkuri
Matilah kau
Siapa perduli

Penerbangan Jakarta-Balikpapan,
31 Juli 2004
Mohammad Jafar Hafsah
Fatamorgana
Puisi Hati Sang Birokrat 3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s