Petaniku Bertanya

Ketika aku mengunjungimu
Petani yang ada dipojok sana
Engkau tetap setegar dulu
Sekali pun raut wajahmu tajam dan kaku
Namun senyumanmu penuh keikhlasan
Tidak terlihat tanda-tanda kelelahan
Apalagi kekecewaan
Sekalipun harga gabahmu rendah

Apa yang ingin kau sampaikan
Lagu apa yang ingin kau lantunkan
Mungkin keluhan atau hujatan
Mungkin juga bisikan mesra
Saya telah terbiasa
Sepertinya aku dilahirkan untuk itu

Ternyata semua klasik, cenderung kuno
Harga gabah Pak Dirjen
Ini lagu wajib dari meeka
Sepertinya asal sudah dikidungkan sudah senang
Walau tak kunjung selesai

Semilir angin sore hari
Mengisyaratkan aku harus pergi
Pergi membawa kenangan
Membawa pekerjaan rumah, tak kunjung
kutuntaskan
Pertanyaan klasik si petani
Rupanya soal harga tidak cukup Dirjen Menteri
sekalipun
Biar tugas Presiden nanti…

 

Penerbangan
Jakarta-Semarang, 02 Agustus 2004
Petaniku Bertanya
Fatamorgana
Puisi Hati Sang Birokrat 3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s