Bandungku

Betapa sejuknya kota Bandung
Sekalipun tidak sesejuk dulu
Betapa indahnya kota Bandung
Sekalipun tidak seindah dulu
 
Pohon besar yang masih tersisa, kokoh bersenandung
Bukit-bukit tegar bertengger sekalipun sudah gundul
Menjadikan kekuatan abadi pesonamu
 
Hanya kusayangkan
Kesejukanmu telah dijarah oleh polusi
Keindahan dan kecantikanmu telah
Dicoreng oleh kesemrawutan lalu lintas
 
Warung, tenda kaki lima
Berserakan tidak karuan
Rumah kuno
Saksi bisu sejarah, telah engkau rubah
Menjadi outlet, toko dan restoran
“Ruko” dan Mall berjejer
Ditengah kerusakan menelan ruang
 
Sekalipun saya tidak dilahirkan di Bandung
Tidak dibesarkan disana
Saya juga bukan orang Sunda
Tapi Bandung kota perjuangan
Bandung selatan diwaktu malam
Menjadi sirna ditelan pembiaran
 
Aku meronta
Kepada siapa harus mengadu
Saya tidak pernah ingin bertanya
Kepada Pak Wali
Anda toh tak mampu menjawabnya
 
Kepada ITB
Dimana teknokrat dan planolog
terbaik dilahirkan,
saya malas bertanya
 
Kepada masyarakat, LSM, dan Ulama
Kepada siapapun, akun enggan bertanya
Kecuali kepada putraku
Yang hari ini diwisuda di ITB
Apa gerangan yang terjadi,
di Bandung ini
 
Penerbangan
Bandung-Semarang, 06 Maret 2004
Mohammad Jafar Hafsah
Fatamorgana
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s