Kelahiran

Satu
Ketika lahir
Lahir dalam kedamaian siang hari
Menembus puncak-puncak suka cita
Kulihat ibunya berjuang
Dan kusaksikan memenangkan peperangan

Perjuangan kodrati seorang wanita
Kehidupan abadi makhluk ciptaan
Anak adalah amanah
Kita semua menyambutnya

Berlomba memberi nama indah
Berlomba membaluti selimut pelangi
Berebutan berimajinasi tentang putra mahkota
Kebahagian sanak handai tolan

Dua
Pada waktu yang sama
Detik-detik mendebarkan
Di siang yang benderang betapa sepi
Anak mereka lahir
Tanpa kerumunan orang dan sanak
Tanpa dokter dan bidan
Kecuali dirinya sebagai dukun

Tidak ada yang menawarkan selimut
Tiada suka cita handai tolan
Dia lahir sendiri
Dia hanya ditunggui ibunya karena
Dialah yang melahirkan

Anaknya berselimut kulit yang masih halus
Berkasurkan tulang belulang yang rawan
Berbantalkan kepala empuk
Dengan rambut merah yang tipis dan jarang

Anak itu menangis
Seperti meratapi kehadirannya di dunia
Kenapa malaikat menghantarmu nak
Ke dunia ini untuk tanpa makna

Tiga
Tidak, engkau tidak sendiri
Mahkluk mungil yang merona
Ada batin-batin halus yang mengantar
Membagi suka dan rasa

Tiada alasan tidak mengulurkan tangan
Kewajiban mengingatmu
Menyambut tangan-tangan mungil nan halus
Merangkul dan membagi kasih

Bersedekah, berzakat harus
Jangan pernah berani menafikan
Tuhan akan, marah walau tidak membentak
Tuhan akan ngomel dalam diam
Fitrah manusia adalah sedekah

Penerbangan
Surabaya – Jakarta, 24 Agustus 2004
Mohammad Jafar Hafsah
Puisi Sang Birokrat 3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s