Militer Pamit dari Senayan

Engkau lahir dari rakyat
Oleh rakyat untuk rakyat
Berjuang demi rakyat

Ketika “Orde Lama” tumbuh
Lahir “Orde Baru”

Partai politik gonjang ganjing
Sipil belum dewasa-dewasa
Militer diajak berpolitik
Mengurus bangsa ini
Dengan panji-panji Dwi Fungsi
Militer berpolitik, entah dipolitikin
Penuh intrik, penuh pernik, penuh polemik
Demi rakyat entah demi Dwi Fungsi
Mungkin demi Reformasi

Hari ini laskar harus pergi
Meninggalkan hutan belantara politik
Menantang terkadang tak bertepi
Sekalipun hutan ini kanca tiada tara
Mata telanjang tak dapat melihat
Secercah sinar, sekalipun
Kecuali mata hati

Sejarah yang menyeret kami datang
Sejarang pula yang mengharuskan kami pergi
Jangan engkau mengajak kami kembali
Jangan pula menghasut kami

Kawanku, jangan ingin kembali
Karena engkau profesional,
Rasional dan tidak emosiona
Engkau pengawal NKRI abadi

Sejarah pula mencatat dalah “Politik”
Tentara dan Polisi telah memberi makna
Arti, manfaat dan kontribusi
Kepada Rakyat, Negara dan Bangsa

Tak ada kesedihan, apa lagi air mata
Bukan perpisahan yang perlu ditangisi
Tetapi yang disesali kenapa harus jumpa

Kami datang terhormat, kami hormat pamit
Kami legowo, kami ikhlas
Demi rakyat aku datang,
Demi rakyat aku pamit

Terimakasih para laskar
Jangan pernah kembali lagi,
Kecuali kalian “Pernawirawan”
Selamat jalan, selamat berjuang

Jatipadang Poncol, 29 September 2004
Mohammad Jafar Hafsah
Puisi Sang Birokrat 3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s