Persahabatan Buat Bapak Yacobus

Suratmu telah kuterima
Telah membaca dan meresapinya
Huruf demi huruf satu per satu
Di kemas berupa kalimat cerdas
Dalam untaian bait yang indah

Kalimat, bait dan surat itu
Terasa hangat laksana telapak tangan anda
Sebagai sumber butir-butir energi

Sejuk damai, sedamai hatimu
Kalimat teruntai dari kawah hati nurani
Huruf demi huruf diukir,
Engkau poles dengan cermat
Meletakkan dengan penuh hati-hati
Dan menatanya dengan apik
Sebagai mesin pembangkit energi
Didesain oleh skill prima
Seperti juga skill yang dimiliki

Dalam suratmu engkau memujiku
Terkadang saya merasa diangkat,
Mengapung diawan bersama sayap
Hingga aku merasa tersanjung
Mungkin bermaksud menyenag-nyenangkan

Kurasa tidak, karena sebagai sahabat
Sebagai seorang pengusaha
Enterpreneur ulung yang kreatif dan berkarakter
Habitat anda jauh dari situ

Butir kata dalam untaian kalimat
Laksana mutiara jamrud
Berkilau diterpa mentari pagi
Memantulkan cahaya rona biru
Bagai itulah hubungan kita

Ada dua hati terpaut
Dengan getaran dawai kecapi malam
Yang sedang dipetik dipulau kecil Karimun
Samrud Khatulistiwa

Dua keping hati
Yang telah dirajuk benang-benang cinta
Menjadi jaring halus rumpon
Istana ikanmu menikmati hidup
Meliuk-liuk bersenda gurau
Ditengah laut biru lepas
Dipelataran pulau kecilmu

Betapa indah dan damai cawang hati
Betapa sejuk dan tentang perasaan
Disitu ada kearifan
Bersemayam dawai cinta

Jatipadang Poncol, 23 September 2004
Mohammad Jafar Hafsah
Fatamorgana
Puisi Hati Sang Birokrat 3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s