Cantik tapi Bisu

Kali ini aku datang lagi
Disongsong semilir angin
Sayup-sayup membisikkan kata di hati
Keteduhan jiwa sampai ke sumsum
Pohon rindang memberi keteduhan

Di balik sana di ufuk barat
Matahari mulai tenggelam
Merah warna merona
Laksana percikan kembang api

Sungguh teduh tempat kelahiranku
Sepertinya tidak ada yang berubah
Pasar masih tetap disitu
Lapangan Gasis masih di situ
Kecuali kantor Bupati yang pindah

Rumah penduduk masih begitu
Kecuali rumah jabatan yang dipugar
Mobil yang berkeliaran masih seperti dulu
Kecuali mobil pejabat yang baru
Perekonomian berjalan apa adanya
Tanda kehidupan datar-datar saja
Pertumbuhan landai-landai saja

Pengusahanya masih itu juga
Tiada generasi penerus yang muncul
Entah sampai kapan
30 tahun telah berlalu
Keindahanmu tidak berubah
Dinamika masyarakat tidak berubah
Diam membisu tanpa makna
Seiring pertumbuhan yang melandai

Makassar, 06 September 2003
Mohammad Jafar Hafsah
Puisi Hati Sang Birokrat 2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s