Safari Kekeringan

Di pagi hari, dinginnya pagi
Bersama rombongan memulai perjalanan missi
Menyisir daratan Pulau Jawa ini
Menemui mereka di pojok sana yang sepi
Berdialog dengan mereka si petani

Saya merasa terpanggil oleh tugas
Telah diintruksikan pimpinan saya dengan tegas
Engkau pergi melihat langsung dengan lugas
Apa yang berlangsung dengan iklim yang tegas

Engkau jangan hanya melapor semua itu dari Pasar Minggu
Engkau dengan stake holders harus menyatu
Berdialog memecahkan persoalan itu

Kekeringan dan banjir selalu datang silih berganti
Laksana tamu tak diundang tetapi datang dengan pasti
Oleh karena itu hanya satu jawaban antisipasi
Kalau dia datang apakah kita hormati
Sampai tobat diberi cemeti
Kita kubur sampai mati

Sekalipun bukan mahkluk hidup
Mereka itu suara-suara Tuhan
Kalau datang dengan lembut karena engkau sambut
Kalau datang dengan gejolak
Karena engkau tidak pakai hati dan otak

Kami melintasi darat, melampaui sungai berliku
Mengarungi perbukitan, disongsong mentari pagi
Menyusuri hamparan persawahan
Menyaksikan persawahan yang tengah menguning
Tetapi di pojok sana mereka merintih
Karena sawah mereka mengering

Jakarta, Juli 2003
Mohammad Jafar Hafsah
Puisi Hati Sang Birokrat 1
Safari Kekeringan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s