Jakarta

Dini hari sepi
Dalam ayunan lagu sunyi
Manusia Jakarta masih bercanda dengan selimut
Aku menerobos jantung Jakarta

Jalanan diam dan membisu
Mobil menikmati kebebasan
Mencicit tanpa rintangan
Melaju tanpa hambatan
Bercengkrama di bawah teduhnya pohon
Rupanya masih ada burung bernyanyi riang
Menjemput fajar menyingsig

Baru sadar indahnya Jakarta
Udara yang bersih bening
Aku berdecak kagum
Jakarta rupanya cantik dan indah
Saya merasa bahagia
Seperti Jakarta milik saya

Tiba – tiba Jakarta menggeliat
Mulai tidak ramah
Mulai memanas dan mengganas
Nafas mulai tersengal
Ketenangan terusik
Kebanggaan jadi sirna

Satu persatu memperlihatkan sejatinya
Bus kota saling jor-joran
Sepeda motor mengeiang menyelinap
Mobil pribadi mulai menyalip
Kakilima bersorak mengibaskan tendanya
Si raksasa Mall da Ruko menggeliat
Mengibarkan bendera mereknya

Awan gelap menutupi Jakarta
Udara menjadi pengab
Timbal pesta pora dari cerobong
Pohon – pohon pun diam seribu bahasa
Merasa terkucil
Sepi di antara keramaian

Sejuknya dini hari
Berganti sengatan matahari siang hari
Dini hari mimpi Jakarta
Siang hari asli Jakarta

Jakarta, 17 Februari 2003
Mohammad Jafar Hafsah
Puisi Hati Sang Birokrat 2
Jakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s