Sebutir beras

Sebutir beras
Segenggam harapan
Itulah kehidupan
Di tangan berjuta-juta orang

Terkadang kita tidak mengerti “beras”
Karena hanya mengenal nasi
Tiba-tiba nongol di piring
Putih, merekah dan menantang
Mengepul dengan aroma harum
Menggiurkan lagi merangsang
Meneteskan air liur dibuatnya
Makan tanpa nasi, belum makan

Beras adalah karya monumental petani
Di bawah deraan terik matahari
Dengan kucuran hujan lebat
Di balik sambaran petir

Gelepar gemuruh guntur
Di antara bongkah berlumpur
Keringat menyatu tekad, demi sebutir beras

Sebutir beras, sebutir keringat
Segenggam beras sepenggam hati
Sepiring nasi sepiring keikhlasan

Di balik itu
Ada sebutir kehidupan
Segenggam harapan
Sesuap imajinasi dari mereka

Kami bukan hanya hidup memakan beras
Tetapi kami mau hidup dari beras
Beras adalah penghidupan
Dan beras adalah kehidupan
Bangsa harus tahu itu!

Bandung, 16 Oktober 2000
Mohammad Jafar Hafsah
Puisi Hati Sang Birokrat 2
Sebutir Beras

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s