Ayah 3

Pagi nan indah sekali
Matahari tersenyum ceria
Menyapa ramah makhluk planet ini
Berbisik lembut, pada saya dan ayah
Sekalipun ayah tidak selalu di rumah
Tetapi pada hari Jumat ayah libur

Ayah!
Seperti pondok pesantren saja
Kenapa ayah libur hari Jumat
Bukan hari Minggu
Dengan suara barito, senyum dikulum
Mengelus rambutku yang baru dicepak
Oleh ayah sendiri

Aco!
Justru hari Minggu, hari panen raya
Hari Minggu hari pasar, pasien saya berjubel
Saya baru sadar
Kalau ayah saya tukang cukur, di los pasar

Pada waktu libur, ayah jadi guru
Menutupi enam hari lainnya
Ayah mengetik, menulis dan mengukir
Perhatian, keramahan, keikhlasan dan kejujuran
Semua ditorehkan di kanvasnya
Sebagai pelukis legendaris
Hasilnya indah nian

Ach,…
Lukisan ayah
Goresan ayah
Tulisan ayah
Ukiran ayah
Semakin mengkristal
Dalam menapaki kehidupan

Ayah dengarkanlah
Aku ingin jumpa
Walau hanya dalam mimpi ….

Jakarta – Manado, 5 Desember 2003
Mohammad Jafar Hafsah
Puisi Hati Sang Birokrat 2
Ayah 3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s