Pohonku di Jakarta

Merintih, menangis, meringis
Sepi diantara keramaian
Menyindiri dalam hiruk-pikuk kebisingan

Sekalipun pokokmu tercekik beton
Batangmu ditempeli tutup botol
Badanmu penuh berlumuran cat
Rantingmu terdapat luka patahan
Tangkaimu lunglai digantungi spanduk,

Engkau tetap betahan
Berdiri kokoh dan mencoba tegar
Menapakkan keasrian tertatih-tatih
Walaupun malu-malu

Pohonku sayang, kasihan deh kamu
Sedih melihatmu
Kenapa wargaku tidak mengerti juga
Kenapa Walikotaku membiarkan
Pohon itu makhluk hidup
Seperti kita juga,
Perlu hidup dan perlu ruang

Jakarta, 17 Februari 2005
Mohammad Jafar Hafsah
Jejak Jelajah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s