Tanpa Makna

Desah-desah nafas sang rajawali
Menguak dengan sukma belantara
Tiada senyawa menawan mukjizat
Kelakuan kelam bagai timba

Bujur harkat melekat langkah
Gontai sempoyongan memanggil dan menggapai
Adakah mimpi-mimpi dapat terwujud
Di ujung bulan ketawa berbisik

Kecuali dendam kesumat bersemangat merangkai tepian
Dupa warna mewangi menyiram kelam
Wujud mahligai semboyan karisma
Andakah hati luluh bersama nyawa

Kemana bayang-bayang berlari terjal
Di kubu tembok kumuh berlumut
Engkau tersenyum dengan bahagia
Menyeringai badan sekujur hujan
Letih menyongsong ufuk senja
Mencoba memahami makna hidup

Penerbangan Jakarta – Surabaya
15 – 07 – 2004
Mohammad Jafar Hafsah
Fatamorgana
Puisi Hati Sang Birokrat 3

Pohonku di Jakarta

Merintih, menangis, meringis
Sepi diantara keramaian
Menyendiri dalam hiruk-pikuk kebisingan
 
Sekalipun pokokmu tercekik beton
Batangmu ditempeli tutup botol
Badanmu penuh berlumuran cat
Rantingmu terdapat luka patahan
Tangkaimu lunglai digantung spanduk
 
Engkau tetap bertahan
Berdiri kokoh dan mencoba tegar
Menapakkan keasrian tertatih-tatih
Walaupun malu-malu
 
Pohonku sayang, kasihan deh kamu
sedih melihatmu
Kenapa wargaku tidak mengerti juga
Kenapa Walikota membiarkan
Pohon itu mahkluk hidup
Seperti kita juga,
Perlu hidup dan perlu ruang
 
Jakarta, 17 Februari 2005
Mohammad Jafar Hafsah
Jejak Jelajah

Sahabat

Apa khabar sahabatku
Lama kita ta’bersua
Melapuk kerinduan lama terpendam
Larut dan mendekam
 
Mengristal dalam kalbu
Berkarat memenuhi ruang
Semua berita lama kita kubur
Kecuali Lumpur Sidoarjo
 
Telah datang walau ta’ diundang
Bergumpal mengalir deras
Tanpa bisa disumbat dan dibendung
Apa dia datang karena alam atau karena ulah
 
Tangan – tangan manusia ngilu menggapai
Kepada buntu berpikir
Kecuali hati
Itupun hati nurani
 
Penerbangan Jakarta – Ujungpandang
18 Oktober 2016
Mohammad Jafar Hafsah
Jejak Jelajah
Sahabat

Jati Diri

Dalam renungan sunyi
Ku mencoba mencari jati diri
Terkadang aku belum mengerti
Ternyata orang lain lebih memahami
Dan mereka bersimpati
 
Di saat lain yang damai
Saya menemukan jati diri ini
Terkadang berlebihan percaya diri
Hingga terlihat terlalu mandiri
Giliran orang tidak mengerti
Karena semuanya tidak berdiri sendiri
 
Atas kedua penomena ini
Lantas dunia saya berdiri
Dapat saya terkucil sendiri
Atau bisa GR sendiri
 
Namun senantiasa di dalam hati
Keikhlasan terlalu terpatri
Keikhlasan menjelaskan sgalanya
Keikhlasan terpancar dari lubuk hati
Keluar memancarkan sinar
Menembus beton-beton syakwasangka
Orang-orang nati juga akan mengerti
Mereka-mereka akan memaklumi
Karena waktu cukup arif
 
Surabaya – Denpasar
20 Juni 2003
Mohammad Jafar Hafsah
Puisi Hati Sang Birokrat 1

Kaya Raya

Ibu Pertiwi
Yang kaya raya
Raja di raja
Diperutmu
Dipermukaan
Di udara
Di laut
Semua harta karun
Disanalah aku berdiri
Antri minyak tanah
Malam tanpa listrik
Beras mahal
Apa yang keliru

Jatipadang Poncol, 4 Desember 2006
Mohammad Jafar Hafsah
Jejak Jelajah

Pembantu

Semua menunggu dering telepon
Seluruh telepon di on – kan
Malah ada yang memesan nomor baru
Ada memesan nomor hokki
membawa keberuntungan
Pulsa dari dukun
Siapa tahu telepon dari cikeas
Semua mau jadi pembantu
Asal pembantu Presiden
 
Jabatan Menteri
Semua diperebutkan orang
Kenapa?
Sekalipun statusnya pembantu
Tetapi kekuasaan
Siapa yang berkuasa, segala – galanya
 
Jakarta, 21 Oktober 2004
Mohammad Jafar Hafsah
Jejak Jelajah