Jati Diri

Dalam renungan sunyi
Ku mencoba mencari jati diri
Terkadang aku belum mengerti
Ternyata orang lain lebih memahami
Dan mereka bersimpati
 
Di saat lain yang damai
Saya menemukan jati diri ini
Terkadang berlebihan percaya diri
Hingga terlihat terlalu mandiri
Giliran orang tidak mengerti
Karena semuanya tidak berdiri sendiri
 
Atas kedua penomena ini
Lantas dunia saya berdiri
Dapat saya terkucil sendiri
Atau bisa GR sendiri
 
Namun senantiasa di dalam hati
Keikhlasan terlalu terpatri
Keikhlasan menjelaskan sgalanya
Keikhlasan terpancar dari lubuk hati
Keluar memancarkan sinar
Menembus beton-beton syakwasangka
Orang-orang nati juga akan mengerti
Mereka-mereka akan memaklumi
Karena waktu cukup arif
 
Surabaya – Denpasar
20 Juni 2003
Mohammad Jafar Hafsah
Puisi Hati Sang Birokrat 1
Advertisements

Kaya Raya

Ibu Pertiwi
Yang kaya raya
Raja di raja
Diperutmu
Dipermukaan
Di udara
Di laut
Semua harta karun
Disanalah aku berdiri
Antri minyak tanah
Malam tanpa listrik
Beras mahal
Apa yang keliru

Jatipadang Poncol, 4 Desember 2006
Mohammad Jafar Hafsah
Jejak Jelajah

Pembantu

Semua menunggu dering telepon
Seluruh telepon di on – kan
Malah ada yang memesan nomor baru
Ada memesan nomor hokki
membawa keberuntungan
Pulsa dari dukun
Siapa tahu telepon dari cikeas
Semua mau jadi pembantu
Asal pembantu Presiden
 
Jabatan Menteri
Semua diperebutkan orang
Kenapa?
Sekalipun statusnya pembantu
Tetapi kekuasaan
Siapa yang berkuasa, segala – galanya
 
Jakarta, 21 Oktober 2004
Mohammad Jafar Hafsah
Jejak Jelajah

Matahari dan Mata Hati

Minggu pagi yang cerah
Burung-burungpun bernyanyi
Menyambut mentari pagi
Angin sepoi semilir sejuk
Merasuki relung-relung hati
Memberi kegairahan imajinasi
Mendatangkan optimisme kehidupan
Sungguh disiplin sang surya
Selalu setia muncul di pagi hari

Seperti mata hati saya
Yang selalu setia
Tidak pernah berbohong
Matahari dan mata hati memang sahabat
Mereka satu kerabat
Setia dan tidak pernah bohong
Mentari pagi yang cerah
Secerah hatiku pagi ini

Jatipadang Poncol, 17 Desember2006
Mohammad Jafar Hafsah
Jejak Jelajah
Matahari dan Mata Hati

Sahabat

Apa khabar sahabatku
Lama kita ta’bersua
Melapuk kerinduan lama terpendam
Larut dan mendekam

Mengristal dalam kalbu
Berkarat memenuhi ruang
Semua berita lamakita kubur
Kecuali Lumpur siduarjo

Telah datang walau ta’ diundang
Bergumpal mengalir deras
Tanpa bisa disumbat dan dibendung
Apa dia datang karena alam atau karena ulah

Tangan – tangan manusia ngilu menggapai
Kepala buntu berpikir
Kecuali hati
Itupun hati nurani

Penerbangan Jakarta – Ujungpandang
18 Oktober 2006
Mohammad Jafar Hafsah
Jejak Jelajah
Sahabat

Boost Post

Kemiskinan

Suversif, narkoba musuh besar
Teroris, pengacau musuh besar
Tetapi kemiskinan, pengangguran dan kebodohan
Musuh maha besar bangsa

Tsunami dengan segala keprihatinan
Telah mengobrak-abrik Aceh
Gempa tektonik telah
memporak-poranda Jogya

Namun tsunami sosial,
Akibat kemiskinan dan pengangguran,
akan lebih dahsyat lagi

Kalau miskin betapa mudah jadi kafir
Kalau mengganggur akan frustasi
Termaginalkan, terpinggirkan
Membuat rendah diri
Apatis dan pesimis
Lantas bagaimana bangkit
Bulatkan tekad, gelorakan perang
Anti kemiskinan dan pengangguran
Ciptakan lapangan kerja
Tingkatkan produktivitas dan efektifitas
Dan kerja keraaaasss!

Jatipadang Poncol,
17 Desember 2006
Mohammad Jafar Hafsah
Jejak Jelajah

Tulisan

Menulis itu adalah kesenangan
Tempat curahan hati, lampiaskan emosi
Refliksi imajinasi, tumpuhan khayalan
Menutur logika, mengasah kecerdasan
Tulisan keranjang ocehan
Dia juga sebagai tata krama
 
Tulisan cerminan karakter dan pribadi
Tulisan lantunan dawai hati
Tulisan nyanyian sungai
Tulisan pantulan keikhlasan
Merupakan refleksi kejujuran
 
Tulislah walau satu kata
Walau satu kalimat
Tidak ada satu orangpun
Yang bisa menghalangi,
Merdekalah dalam berfikir
Berdaulatlah dalam menulis
 
Tulisan monumental
Tulisan puncak-puncak budaya
Kenang_kenangan
Sejarah
Untuk generasi sekarang dan mendatang
Tulisan adalah harta pusaka
Yang abadi
 
Jatipadang Poncol,
26 Agustus 2004
Mohammad Jafar Hafsah
Jejak Jelajah